Pembacaan database MySQL dengan PHP

Pada script php kita dapat melihat database pada MySQL dengan menggunakan beberapa statement untuk melakukannya. Dengan begini kita dapat membuat semacam tampilan data dengan php berdasakan data pada database.
untuk melakukan itu maka kita perlu memberikan script untuk menghubungkan script php dengan MySQL, dengan cara:
koneksi.php

<?php
mysql_connect("localhost","username","password");
mysql_select_db("nama_database");
?>
Dengan script di atas kita dapat menghubungkan database pada script kita. Untuk menampilkan record pada database kita dapat gunakan statement:
<?php
$query ="SELECT * FROM nama_tabel";
$hasil =mysql_query($query);    //hasil merupakan variabel yang dapat di ganti

while ($data = mysql_fetch_array($hasil)  //while ini untuk menampilkan semua record
{
  echo $data['field1']."<br>".$data['field2']."<br>". //dan seterusnya
}
?>

Hubungan antara PHP dan SQL

Konsep INSERT Data dengan PHP

Setelah Anda mengenal beberapa bentuk perintah SQL untuk memanipulasi atau mengolah data di MySQL, pada bab ini Anda akan diperkenalkan bagaimana menerapkan konsep tersebut yang terintegrasi dengan script PHP.

Pada bab ini terlebih dahulu akan diperkenalkan bagaimana konsep inserting data ke MySQL melalui PHP.

KONEKSI PHP KE MYSQLSebelum kita membahasnya lebih lanjut tentang inserting data, terlebih dahulu akan disinggung tentang bagaimana caranya melakukan koneksi dari PHP ke MySQL.

Perintah PHP untuk koneksi ke MySQL adalah:

mysql_connect(‘nama host’, ‘nama user’, ‘password’); mysql_select_db(‘nama db’);

Keterangan:

Nama Host : nama komputer di mana MySQL nya berada, kalo berada di komputer itu sendiri maka nama hostnya: ‘localhost’, bisa juga diberi nomor IP dari komputernya.
Nama User : nama user yang memiliki hak akses ke MySQL nya Password : password dari nama user yang punya hak akses ke MySQL Nama DB : nama database yang akan dipilih

Contoh:

Berikut ini adalah script untuk melakukan koneksi ke MySQL dengan nama host: localhost, user : root, password: root, dan nama database: contoh

<?php
mysql_connect(‘localhost’, ‘root’, ‘root’); mysql_select_db(‘contoh’);
?>


Sebaiknya script di atas kita simpan dalam file script tersendiri, misalkan koneksi.php. Selanjutnya script tersebut kita includekan ke dalam script lain yang di dalamnya terdapat query-query SQL.

MENJALANKAN QUERY SQL DI PHPSetelah kita melakukan koneksi dari PHP ke MySQL, selanjutnya kita bisa menjalankan query melalui script PHP.

Untuk menjalankan query SQL di PHP, kita gunakan perintah mysql_query(query);
Contoh:
Berikut ini contoh script PHP untuk menjalankan query SQL untuk insert data ke tabel MySQL

<?php

include “koneksi.php”;

$query = “INSERT INTO namaTabel(field1, field2) VALUES(value1, value2) “; mysql_query($query);

?>

Selanjutnya akan dibahas bagaimana mengimplementasikan konsep inserting data ke MySQL melalui script PHP yang diintegrasikan dengan form input

Pengenalan SQL

I. TUJUAN :
Mengetahui definisi dari SQL.
Mengetahui Penggunaan dari SQL.
Mengetahui jenis perintah dari SQL.

II. TEORI :
Definisi SQL?
SQL singkatan dari Structured Query Language
SQL memungkinkan Anda mengakses dan memanipulasi database
SQL adalah bahasa standar untuk mengakses dan memanipulasi database.
Perintah SQL pada semua software database hampir sama.
Yang Bisa SQL lakukan?
SQL dapat mengeksekusi query terhadap database
SQL dapat mengambil data dari database
SQL dapat menyisipkan catatan dalam database
SQL dapat memperbarui catatan dalam database
SQL dapat menghapus catatan dari database
SQL dapat membuat database baru
SQL dapat membuat tabel baru dalam database
SQL dapat menciptakan prosedur yang tersimpan dalam database
SQL dapat membuat tampilan dalam database
SQL dapat mengatur hak akses pada tabel, prosedur, dan pandangan
SQL adalah Standar – TAPI ….
Meskipun SQL adalah standar ANSI (American National Standards Institute), ada versi yang berbeda dari bahasa SQL.
Namun, untuk menjadi sesuai dengan standar ANSI, mereka semua dukungan setidaknya perintah utama (seperti SELECT, UPDATE, DELETE, INSERT, MANA) dengan cara yang sama.
Catatan: Sebagian besar program database SQL juga memiliki ekstensi milik mereka sendiri di samping standar SQL.
Jenis-jenis perintah SQL
1. DDL (Data Definision Language)
DDL merupakan perintah SQL yang berhubungan dengan pendefinisian suatu struktur database, dalam hal ini database dan table. Beberapa perintah dasar yang termasuk DDL ini antara lain :
CREATE
ALTER
RENAME
DROP

2. DML (Data Manipulation Language)
DML merupakan perintah SQL yang berhubungan dengan manipulasi atau pengolahan data atau record dalam table. Perintah SQL yang termasuk dalam DML ini antara lain :
SELECT
INSERT
UPDATE
DELETE

3. DCL (Data Control Language)
DCL merupakan perintah SQL yang berhubungan dengan manipulasi user dan hak akses. Perintah SQL yang termasuk dalam DCL ini antara lain :
GRANT
REVOKE

Function

Dalam suatu pengaturan organisasi, biasanya perlu dibentuk semacam  bagian-bagian kerja atau divisi yang spesifik kerjanya. Sebagai contoh misalkan dalam suatu organisas ada divisi humas yang tugasnya spesifik mengurusi masalah kehumasan, divisi HRD yang khusus menangani masalah SDM dan pengembangannya, serta divisi-divisi yang lain.
Mengapa dalam pengaturan organisasi perlu dibentuk divisi atau  suborganisasi  yang lebih kecil dalam kinerjanya? Ya… tujuannya adalah efisiensi  kerja.  Dalam  hal  ini  seorang ketua atau manajer pastilah akan repot bila semua kegiatan harus dibebankan kepadanya. Selain itu apabila dilihat dari efektifitas, jelas akan efektif karena dengan dibentuknya suborganisasi maka seorang ketua organisasi lebih mudah memberikan komando. Sebagai contoh misalkan ketika sang ketua butuh informasi tentang kehumasan, maka dia tinggal menyuruh divisi humas untuk bekerja dan memberikan informasi. Informasi tersebut nantinya akan digunakan sang ketua untuk menentukan kebijakan organisasi dalam proses selanjutnya.
Nah.. mengadopsi hal di atas, konsep pembentukan suborganisasi  ini  juga  bisa diterapkan ke dalam suatu script atau program. Dalam  hal  ini,  sebuah  program ibaratnya sebuah organisasi besar. Sedangkan Anda (programmer) sebagai ketua organisasinya. Dengan dibuatnya suatu subprogram yang memiliki tugas atau kerja yang spesifik maka dapat membawa ke efisiensi dan efektifitas kerja dari program atau scrip tersebut. Sekaligus, Anda pun akan lebih mudah dalam mengatur proses programnya.
Perhatikan contoh script berikut ini yang digunakan untuk menghitung operasi
34103

4J
Dalam PHP sebenarnya terdapat perintah untuk menghitung pangkat bilangan.  Namun di sini diasumsikan kita tidak menggunakan perintah tersebut melainkan  harus  membuat program sendiri.
Untuk menghitung n pangkat m, kita bisa menggunakan program berikut ini
$hasil = 1;
for ($i = 1; $i <= m; $i++)
{
$hasil = $hasil * n;
}
Konsep program di atas didasarkan pada ide nm = n x n x n x … x n (sejumlah m kali perkalian)
Nah… bila program di atas kita terapkan ke dalam kasus yang kita hadapi maka script atau program PHP akan menjadi seperti ini:
program :

Pembacaan database MySQL dengan PHP

Pada script php kita dapat melihat database pada MySQL dengan menggunakan beberapa statement untuk melakukannya. Dengan begini kita dapat ...